Alibi Demi Keamanan Pabrikan Mobil Listrik China Ketahuan Sunat Kapasitas Baterai
13 May 2026
Pemerintah China kini mulai turun tangan untuk menyelidiki dugaan praktik curang pemotongan jarak tempuh mobil listrik melalui pembaruan perangkat lunak jarak jauh. Langkah tegas ini diambil setelah banyak pemilik kendaraan listrik mengeluhkan penurunan performa mobil mereka secara drastis, tepat setelah sistem kendaraan diperbarui oleh pabrikan.
Berdasarkan laporan dari media setempat, sejumlah pengguna mengaku bahwa mobil listrik mereka yang tadinya sanggup melaju hingga 500 kilometer, kini hanya bisa menempuh jarak kurang dari 300 kilometer untuk pemakaian sehari hari. Tidak hanya itu, waktu pengisian daya cepat juga ikut melambat parah. Dari yang awalnya hanya butuh 40 menit, kini bisa memakan waktu hingga 70 menit lamanya.
Fenomena yang meresahkan ini dikenal luas di China dengan istilah penguncian baterai. Praktik ini diduga kuat sengaja dilakukan oleh pihak pabrikan dengan cara mengubah parameter sistem manajemen baterai melalui pembaruan jarak jauh, atau pengaturan ulang perangkat lunak di diler resmi. Akibatnya, kapasitas baterai yang bisa dipakai jadi lebih kecil, dan daya pengisian ikut dibatasi secara sepihak tanpa ada pemberitahuan yang jelas kepada para pemilik mobil.
Sejumlah produsen otomotif di Negeri Tirai Bambu berdalih bahwa langkah tersebut sengaja diambil demi menjaga tingkat keamanan baterai dan memperpanjang usia pakai komponen. Namun, tentu saja banyak konsumen yang merasa sangat dirugikan, karena spesifikasi mobil mereka kini berubah jauh dari janji awal saat pertama kali dibeli.
Isu seputar teknologi baterai mobil listrik di China memang sedang menjadi sorotan panas dalam beberapa bulan terakhir. Selain masalah pemangkasan jarak tempuh, industri otomotif di sana juga sedang ramai menyoroti soal keamanan komponen, hingga klaim berlebihan tentang kemampuan baterai generasi terbaru. Di tengah persaingan teknologi yang makin agresif ini, pemerintah China tampaknya mulai memperketat pengawasan agar masyarakat tidak terus terusan dirugikan oleh keputusan sepihak dari para produsen kendaraan listrik.