Indonesia Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp16,5 Triliun

24 January 2025

Indonesia Mulai Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik dengan China

Indonesia resmi memulai pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik yang bekerja sama dengan perusahaan asal China. Proyek strategis ini terletak di kawasan industri Karawang, Jawa Barat, dan bertujuan untuk mendukung transformasi Indonesia menuju era energi terbarukan.

Pembangunan pabrik ini merupakan langkah besar bagi Indonesia untuk menjadi pusat produksi baterai kendaraan listrik di Asia Tenggara. Dengan cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung rantai pasok baterai secara global. Nikel merupakan bahan utama dalam pembuatan baterai lithium-ion, yang digunakan oleh sebagian besar kendaraan listrik.

Pabrik ini merupakan hasil kerja sama antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL), salah satu produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia. Investasi proyek ini diperkirakan mencapai USD 1,1 miliar (sekitar Rp16,5 triliun).

Presiden Joko Widodo, dalam pernyataan resminya, mengatakan bahwa proyek ini tidak hanya akan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong transfer teknologi. "Kami ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah tetapi juga memiliki industri bernilai tambah tinggi," ujar Presiden.

Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026 dan diharapkan mampu memproduksi baterai untuk mendukung lebih dari 1 juta kendaraan listrik per tahun. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia terhadap target penurunan emisi karbon, sejalan dengan Perjanjian Paris tentang perubahan iklim.

Dengan proyek ini, Indonesia berambisi menjadi pemain kunci dalam industri kendaraan listrik global dan memperkuat posisi strategisnya dalam ekonomi hijau masa depan.