Kebanyakan Kendaraan Listrik di Indonesia Menggunakan Baterai LFP, Apa Kelebihannya?
27 July 2026
Baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP kini menjadi baterai yang mayoritas digunakan pada kendaraan listrik yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia. Menurut penelitian, teknologi baterai ini semakin banyak dipilih karena memberikan tingkat keamanan yang baik, tahan lama dalam pemakaian dan juga produksinya relatif lebih murah dibandingkan jenis baterai lainnya. Dengan begitu, banyak perusahaan yang menggunakan baterai LFP sebagai baterai utama pada kendaraan listrik yang mereka produksi.
Namun, dengan peningkatan penggunaan baterai LFP ini, timbul perhatian terhadap arah pengembangan baterai di Indonesia. Indonesia sebelumnya memiliki potensi besar pada komoditas nikel yang sering digunakan pada jenis baterai lain seperti NMC (Nickel Manganese Cobalt). Dengan begitu, banyak pihak yang menilai bahwa strategi hilirisasi harus tetap dievaluasi agar bisa mengikuti perkembangan teknologi baterai yang ada di pasar kendaraan listrik.
Namun demikian, tidak diragukan lagi bahwa kedua jenis baterai ini tetap memiliki fungsi penting dalam mendukung perkembangan mobil listrik. Penentuan jenis teknologi baterai ditentukan berdasarkan berbagai aspek termasuk efisiensi ekonomi, jarak tempuh, dan kondisi penggunaan sehari-hari. Dalam perkembangan industri mobil listrik, inovasi terkait baterai tentu akan terus berlanjut untuk mencapai efisiensi performa yang lebih tinggi.
Untuk pengguna mobil listrik berbaterai LFP, ada beberapa tindakan sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga performa baterai tersebut. Penggunaan charge sesuai dengan rekomendasi pabrikan, menghindari pemakaian baterai kosong, dan pemeriksaan mobil secara berkala di bengkel resmi merupakan beberapa cara yang bisa ditempuh. Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah berkendara dengan cara halus tanpa dengan menghindari akselerasi maupun pengereman mendadak agar konsumsi energi lebih efisien dan usia baterai tetap optimal.