Kekhawatiran Biaya Baterai Kendaraan Listrik

07 February 2025

Jakarta, 7 Februari 2025 – Kendaraan listrik semakin populer di Indonesia seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya energi ramah lingkungan. Namun, di balik tren positif ini, muncul kekhawatiran masyarakat terkait biaya penggantian baterai yang dinilai masih sangat mahal.

Menurut survei terbaru dari Price Waterhouse Cooper Indonesia, sebanyak 87% responden menyatakan bahwa biaya penggantian baterai kendaraan listrik menjadi faktor utama yang menghambat minat mereka dalam beralih ke kendaraan listrik. Biaya penggantian baterai kendaraan listrik saat ini berkisar antara Rp50 juta hingga Rp200 juta, tergantung pada merek dan kapasitasnya. Hal ini dinilai masih jauh lebih tinggi dibandingkan biaya perawatan kendaraan berbahan bakar konvensional.

Seorang pengguna kendaraan listrik, Andi (35), mengungkapkan kekhawatirannya. "Saya tertarik beralih ke mobil listrik karena bebas emisi dan lebih hemat bahan bakar. Namun, setelah saya tahu biaya penggantian baterainya bisa mencapai puluhan juta, saya jadi berpikir ulang," ujarnya.

Pemerintah sendiri telah memberikan berbagai insentif untuk kendaraan listrik, seperti subsidi pembelian dan keringanan pajak. Namun, belum ada kebijakan khusus terkait bantuan atau subsidi untuk biaya penggantian baterai. Beberapa produsen kendaraan listrik menawarkan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km, tetapi setelah masa garansi habis, pemilik kendaraan harus menanggung biaya penggantian secara penuh.

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Kendaraan Listrik Indonesia (AVELI), Bambang Wijaya, harga baterai masih tinggi karena teknologi yang digunakan masih terus berkembang. "Harga baterai kendaraan listrik diperkirakan akan semakin turun dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan peningkatan produksi dan inovasi teknologi penyimpanan energi," jelasnya.

Di sisi lain, beberapa solusi mulai diperkenalkan untuk mengatasi permasalahan ini, seperti sistem sewa baterai atau battery swapping yang memungkinkan pengguna mengganti baterai tanpa harus membeli yang baru. Meski demikian, sistem ini masih dalam tahap uji coba dan belum diterapkan secara luas di Indonesia.

Dengan semakin berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, diharapkan biaya penggantian baterai dapat ditekan sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat. Pemerintah dan produsen kendaraan listrik pun terus berupaya mencari solusi terbaik agar transisi ke kendaraan listrik dapat berjalan lebih lancar dan tanpa hambatan finansial yang besar bagi pengguna.