Kurangi Impor BBM, BYD Ajak Mahasiswa ITB Dukung Era Kendaraan Listrik

28 April 2026

Upaya mengenalkan kendaraan listrik ke masyarakat luas terus dilakukan secara maksimal oleh BYD Haka Auto Indonesia. Langkah ini rupanya bukan sekadar urusan penjualan mobil melainkan sebuah jalan keluar untuk mengurangi ketergantungan negara pada bahan bakar minyak impor. Hal penting ini disampaikan langsung oleh CEO BYD Haka Auto Indonesia Hariyadi Kaimuddin saat mengisi kuliah umum di hadapan seribu lebih mahasiswa Institut Teknologi Bandung pada hari Jumat 24 April lalu.

Hariyadi memaparkan bahwa sektor transportasi saat ini masih menjadi penyumbang terbesar konsumsi bahan bakar fosil. Karena itu beralih ke mobil listrik adalah langkah yang sangat tepat agar Indonesia bisa mandiri secara energi dan ekonominya terus bertumbuh. Untuk mewujudkan target tersebut perusahaan terus memperluas jangkauan layanannya. Sampai saat ini mereka sudah membuka lima belas diler BYD dan dua diler Denza di berbagai daerah agar masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan.

"Jika kita beralih ke listrik berbasis energi domestik seperti tenaga air panas bumi dan surya maka ketahanan energi Indonesia akan jauh lebih kuat. Hal ini secara otomatis akan mengurangi beban negara terhadap ketergantungan impor bahan bakar minyak yang selama ini menjadi tantangan besar," kata Hariyadi di hadapan para mahasiswa.

Visi besar yang dibawa dari Bandung ini ternyata sangat sejalan dengan langkah nyata yang dilakukan oleh jaringan diler di berbagai daerah. Di Kota Palu misalnya BYD Haka Auto sangat aktif mendekati konsumen lewat acara kumpul rutin setiap bulan yang diberi nama lima plus satu. Acara ini dibuat khusus untuk memanjakan pelanggan lama sekaligus menarik minat calon pembeli baru lewat sesi uji jalan dan obrolan seputar otomotif.

Manajer Cabang BYD Haka Auto Palu Deswhanthy Sari menjelaskan bahwa hubungan antara diler dan pembeli tidak boleh terputus begitu saja setelah mobil diantar ke rumah. Ia merasa pihak diler perlu terus menjaga kedekatan dengan para pelanggannya.

"Kegiatan lima plus satu ini adalah kegiatan bulanan kita di mana kita selalu mengapresiasi pelanggan yang mengambil unit BYD. Intinya kita ingin mengumpulkan warga juga di sini untuk semakin meyakinkan mereka," jelas Deswhanthy saat ditemui pada acara kumpul warga hari Sabtu 25 April.

Deswhanthy juga menyebutkan bahwa isu kenaikan pajak kendaraan listrik yang sempat ramai dibicarakan belakangan ini sama sekali tidak menyurutkan minat warga Palu untuk membeli mobil baru. Sebagai kejutan penutup ia membocorkan bahwa bulan depan diler BYD Palu siap mendatangkan beberapa tipe mobil baru untuk semakin menjawab antusiasme pecinta otomotif di wilayah tersebut.