Lonjakan EV Mengubah Arah Energi Global, Permintaan Minyak Melemah

25 March 2025

Laporan terbaru IEA mengungkap lonjakan permintaan energi global pada 2024, dengan konsumsi listrik meningkat 4,3%, hampir dua kali lipat rata-rata tahunan dekade terakhir. Kenaikan ini didorong oleh penggunaan kendaraan listrik (EV), suhu panas ekstrem yang meningkatkan kebutuhan pendinginan, serta pertumbuhan industri dan pusat data AI.

Energi terbarukan menjadi pendorong utama pertumbuhan listrik, dengan kapasitas baru mencapai 700 GW, rekor selama 22 tahun berturut-turut. Bersama tenaga nuklir, energi bersih menyumbang 80% dari peningkatan listrik global, menjadikan 40% total pasokan listrik dunia berasal dari sumber non-fosil.

Penjualan EV melonjak lebih dari 25%, dengan 1 dari 5 mobil baru di dunia kini bertenaga listrik. Dampaknya, pertumbuhan permintaan minyak melambat hanya 0,8%, bahkan turun di bawah 30% dari total kebutuhan energi global untuk pertama kalinya sejak 50 tahun terakhir.

Meskipun gas alam dan batu bara masih meningkat, tren energi bersih semakin kuat. Emisi karbon di negara maju turun 1,1%, meski ekonomi mereka terus tumbuh. Penggunaan teknologi ramah lingkungan sejak 2019 kini mencegah emisi 2,6 miliar ton CO2 per tahun.

Menurut Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, dunia mulai memisahkan pertumbuhan ekonomi dari peningkatan emisi, menandai perubahan signifikan dalam transisi energi global.

Sumber: Electrek.co