Mengenal Lithium-Ion, si-Top Frag Baterai Electric vehicle

02 September 2025

Bicara soal kendaraan listrik, pasti pembicaraan kita akan langsung menyasar ke pembahasan baterai. Baterai kendaraan listrik atau Battery Elctric Vehicle (BEV) merupakan satu-satunya sumber tenaga karena hanya energi listrik yang tersimpan di baterai lah yang menjadi satu-satunya sumber energi penggerak kendaraan listrik. Banyak sekali jenis baterai yang digunakan mulai dari Nickel-Metal Hydride (NiMH), Lead-Acid, Solid State, hingga baterai yang akan kita bahas ini, yaitu Lithium-Ion (Li-Ion).

Apa sih baterai Lithium itu? Lithium merupakan logam yang digunakan sebagai bahan baku anoda dan merupakan salah satu jenis logam yang paling ringan. Baterai yang menggunakan Lithium sebagai bahan baku anoda menjadikannya sebagai baterai dengan kepadatan energi yang tinggi dan tentunya biaya produksi yang tinggi pula. Baterai Lithium beroperasi dengan prinsip interkalasi dan deinterkalasi ion lithium dari bahan elektroda positif dan bahan elektroda negatif, dengan jenis yang paling sering kita temui adalah baterai Lithium-Ion. 

Apa saja komponen penyusun Baterai Lithium-Ion? Sel Lithium-Ion terdiri dari empat komponen utama. Yang pertama adalah Anoda yang memungkinkan aliran arus listrik melalui sirkuit eksternal yang juga berfungsi untuk menyimpan Ion Lithium saat baterai diisi. Komponen kedua ada Katoda yang berfungsi untuk menentukan tegangan dan kapasitas baterai. Yang ketiga adalah elektrolit yang berfungsi sebagai penyalur Ion Lithium antara Katoda dan Anoda yang terdiri dari Aditif, Pelarut, dan Garam. Komponen yang yang terakhir ada Separator yang bertugas untuk membatasi Katoda dan Anoda satu sama lain agar tidak terjadi kontak fisik antara keduanya.

Apakah Baterai Lithium dengan Baterai Lithium-Ion berbeda? Tentu saja, mulai dari pengisian hingga usia simpan, keduanya memiliki nilai grafik yang berbeda. Perbedaan yang paling mudah dikenali dari kedua baterai ini adalah, Baterai Lithium tidak bisa diisi ulang sedangkan baterai Baterai Lithium-Ion bisa diisi ulang. Sel Baterai Lithium-Ion memiliki siklis pengisian dan pengosongan yang berulang kali hingga ribuan kali. Perbedaan yang kedua adalah, jika kedua baterai disimpan tanpa digunakan sama sekali, Baterai Li-Ion akan bertahan sekitar 2 – 3 tahun, sedangkan baterai Lithium memiliki usia simpan lebih lama hingga 10 – 12 tahun.

Dibalik semua keunggulan yang dimiliki baterai Li-Ion, ada beberapa risiko yang bisa timbul terkait penggunaan Baterai Li-Ion. Jika kita menggunakan baterai Li-Ion sebisa mungkin jangan sampai terjatuh ke permukaan padat dengan kecepatan tinggi, karena ada kemungkinan kecil Bateri Li-Ion akan terbakar. Selain itu jika kita tidak sengaja menggunakan baterai ini hingga mencapai 0% kapasitas, maka akan bisa mengurangi usia pakai baterai. Dan jenis baterai ini juga tidak diperbolehkan untuk dibawa kedalam kabin pesawat karena ada kemungkinan baterai akan menghasilkan tingkat panas yang tidak wajar dan dapat menyebabkan kebakaran yang tidak dapat padam.