Mengupas Alasan di Balik Lambatnya Tren Mobil Listrik di Indonesia
01 April 2026
Presiden Prabowo Subianto punya ambisi besar untuk mengubah kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik secara massal. Langkah strategis ini bertujuan menekan ketergantungan Indonesia pada bahan bakar minyak impor. Sayangnya jalan menuju transisi energi ini tidak semulus yang diharapkan. Apalagi pemerintah baru saja mengambil keputusan untuk menghentikan subsidi sebesar tujuh juta rupiah untuk pembelian motor listrik pada awal tahun 2026.
Gempuran Hoaks Lebih Kuat dari Fakta
Hambatan terbesar saat ini ternyata bukan cuma urusan harga, melainkan derasnya arus misinformasi di tengah masyarakat. Sebuah riset terbaru yang dilakukan di Amerika Serikat, Austria, Australia, dan Jerman membuktikan bahwa berita keliru seputar kendaraan listrik sangat mudah dipercaya oleh publik.
Dari ribuan responden yang disurvei, lebih dari tiga puluh enam persen mengaku percaya pada klaim yang salah tentang kendaraan listrik.
Klaim keliru tersebut meliputi berbagai anggapan yang menakutkan, antara lain:
Mobil listrik sangat gampang terbakar.
Kualitas baterai yang buruk dan sulit ditingkatkan.
Isu radiasi medan magnet yang diklaim membahayakan kesehatan.
Akar Masalah Krisis Kepercayaan
Riset ini menemukan sebuah fakta menarik bahwa akar masalahnya bukanlah tingkat pendidikan yang rendah. Penyebab utamanya adalah mentalitas konspirasi atau krisis kepercayaan publik terhadap kalangan elit seperti pemerintah dan perusahaan raksasa. Seseorang yang sudah kehilangan kepercayaan pada pemerintah cenderung akan menolak kampanye positif tentang kendaraan listrik meskipun sudah disodorkan bukti yang sangat kuat.
Bahkan upaya meluruskan informasi keliru menggunakan lembar fakta atau teknologi kecerdasan buatan terbukti kurang efektif. Langkah tersebut hanya mampu menurunkan tingkat kepercayaan pada hoaks sebesar sebelas hingga enam belas persen saja. Lebih parahnya lagi, klarifikasi tersebut terbukti gagal mendorong minat masyarakat untuk mulai membeli kendaraan listrik.
Tantangan Berlapis di Indonesia
Khusus di Indonesia, keraguan masyarakat juga diperparah oleh beberapa ketakutan lokal yang terus membayangi:
Biaya Perawatan berupa ketakutan akan mahalnya ongkos penggantian baterai di masa depan.
Sumber Energi yang masih sering dipertanyakan klaim ramah lingkungannya karena mayoritas sumber listrik nasional masih sangat bergantung pada energi kotor batu bara.
Dampak Lingkungan dari rantai pasokan bahan baku baterai yang kerap dituding mencemari ekosistem laut Nusantara.
Pentingnya Mengembalikan Kepercayaan Publik
Oleh karena itu, pemerintah dan pelaku industri otomotif kini punya pekerjaan rumah yang sangat berat. Kampanye edukasi saja tidak akan pernah cukup tanpa dibarengi oleh kebijakan yang konsisten dan kehadiran pejabat publik yang bisa dipercaya ucapannya. Jika krisis kepercayaan ini terus dibiarkan, misinformasi akan menjadi penghalang utama yang membuat Indonesia semakin sulit lepas dari jerat energi fosil.