Pasar Kendaraan Listrik Meledak, BYD Kuasai Penjualan EV di Indonesia
13 February 2026
JAKARTA – Memasuki awal tahun 2026, perusahaan otomotif dari Tiongkok, BYD, segera mempercepat langkahnya di pasar kendaraan Indonesia. Menurut informasi terkini, BYD telah mencapai lebih dari 60 persen pangsa pasar untuk mobil listrik (EV) di tingkat nasional setelah adanya peningkatan besar dalam permintaan untuk mobil yang ramah lingkungan di Indonesia.
Sepanjang bulan Januari 2026, sektor otomotif di tanah air menunjukkan perkembangan yang positif dengan total penjualan mencapai 64 ribu unit, meningkat sedikit sekitar tiga persen dibandingkan tahun yang sama sebelumnya. Namun, perhatian utama tertuju pada segmen kendaraan berbasis listrik yang mengalami pertumbuhan pesat.
Tercatat, penjualan mobil listrik di tanah air pada bulan pertama tahun ini mencapai 8. 000 unit. Angka ini melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan Januari 2025 yang hanya mencatat sekitar 2. 500 unit. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa penggunaan kendaraan listrik di Indonesia semakin meluas di kalangan masyarakat.
Pendorong utama di balik angka luar biasa tersebut adalah kinerja luar biasa dari BYD. Perusahaan ini sukses mencatatkan penjualan sekitar 5. 200 unit hanya dalam waktu satu bulan. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan hampir lima kali lipat dibandingkan tahun lalu, yang juga memperkuat posisi BYD sebagai pemimpin baru di pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Kehadiran beragam model inovatif, seperti yang diperlihatkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, menjadi salah satu elemen penting yang menarik perhatian konsumen. Dengan dominasi yang sangat kuat di awal tahun, BYD kini berperan sebagai pendorong utama dalam mempercepat transisi energi di sektor transportasi di Indonesia.
Dominasi BYD yang telah melampaui 60 persen memberikan pesan yang jelas kepada produsen mobil lainnya, baik dari Jepang maupun Eropa, untuk mempercepat pergeseran mereka menuju energi bersih. Dengan harga yang semakin terjangkau dan infrastruktur yang semakin memadai, diperkirakan segmen kendaraan listrik akan terus mengurangi pangsa pasar mobil konvensional hingga tahun 2026.
Keberhasilan BYD di awal tahun ini bukan hanya sebuah pencapaian bisnis bagi perusahaan, tetapi juga berkontribusi pada percepatan tujuan pemerintah dalam mencapai netralitas karbon di sektor transportasi darat.