Perbandingan Mobil Listrik dan Mobil Bensin
07 July 2025
Perbandingan Mobil Listrik dan Mobil Bensin
Mana yang Lebih Hemat di 2025?
Kendaraan listrik semakin mendapatkan perhatian di Indonesia, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya efisiensi energi dan kelestarian lingkungan. Namun, banyak yang masih bertanya-tanya: apakah benar mobil listrik lebih hemat dibandingkan mobil bensin? Untuk menjawabnya, mari kita lihat dari segi biaya harian, perawatan, dan keuntungan pajak yang ditawarkan.
Dalam hal konsumsi energi, mobil listrik jelas unggul. Jika diisi daya di rumah, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp128 hingga Rp150 per kilometer. Contohnya, Wuling Air ev bisa menempuh jarak hingga 300 kilometer hanya dengan biaya sekitar Rp40.000. Sangat cocok untuk penggunaan harian. Meskipun tarif pengisian di SPKLU sedikit lebih mahal sekitar Rp397 per kilometer mobil listrik tetap jauh lebih efisien dibandingkan mobil bensin. Sebagai ilustrasi, mengisi penuh Hyundai Ioniq 5 di SPKLU hanya memakan biaya sekitar Rp170.000 an untuk jarak tempuh 450 kilometer.
Sementara itu, mobil bensin masih mengandalkan bahan bakar dengan harga tinggi. Dengan asumsi konsumsi 10 km per liter dan harga Pertamax sekitar Rp13.000, maka setiap kilometer bisa menghabiskan biaya Rp1.300. Biaya ini belum termasuk servis berkala seperti ganti oli, servis mesin, serta perawatan komponen lainnya yang tentunya meningkatkan pengeluaran rutin.
Keuntungan lain dari mobil listrik adalah rendahnya kebutuhan perawatan. Karena menggunakan lebih sedikit komponen dan tidak memiliki mesin pembakaran internal, biaya servis mobil listrik bisa lebih hemat hingga Rp10 sampai 20 juta dalam lima tahun. Sebaliknya, mobil bensin memerlukan perawatan berkala yang lebih rumit dan mahal dalam jangka panjang.
Pemerintah pun memberikan berbagai insentif menarik untuk kendaraan listrik. Mobil listrik dengan TKDN minimal 40% hanya dikenakan PPN sebesar 2% dan bebas PPnBM. Beberapa daerah bahkan memberikan diskon BBNKB dan fasilitas parkir gratis. Hal ini tentu membuat total biaya kepemilikan mobil listrik menjadi jauh lebih ringan. Sebaliknya, mobil bensin tetap dikenakan pajak dan biaya penuh, tanpa adanya potongan atau fasilitas tambahan dari pemerintah.
Meski jumlah SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) belum sebanyak SPBU, infrastruktur ini terus berkembang setiap tahun. Pemerintah aktif mendorong pertumbuhan kendaraan listrik melalui kebijakan dan investasi. Saat ini, keunggulan mobil bensin terletak pada kemudahan pengisian bahan bakar karena jaringan SPBU yang sudah sangat luas dan menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai kesimpulan, dari sisi biaya energi, perawatan, dan insentif pajak, mobil listrik terbukti jauh lebih hemat dibandingkan mobil bensin. Di tahun 2025, mobil listrik bukan hanya menjadi pilihan yang ramah lingkungan, tetapi juga pilihan cerdas secara finansial bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan masa depan.