Perebutan Pangsa Pasar Mobil Listrik Indonesia: Siapa yang Mendominasi?

24 February 2026

Jakarta, Indonesia — Pasar kendaraan listrik di Indonesia mengalami perkembangan yang cepat dalam beberapa tahun belakangan, dipicu oleh meningkatnya ketertarikan dari konsumen serta dukungan insentif yang diberikan oleh pemerintah. Menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan battery electric vehicle (BEV) telah mengalami peningkatan yang besar, sehingga membuat pangsa pasar EV mendekati 10% dari keseluruhan penjualan mobil di negara ini pada tahun 2025.

Dominasi Merek Asing

Salah satu perusahaan yang terdepan dalam persaingan pasar ini adalah BYD — pabrikan kendaraan listrik dari Tiongkok yang telah sukses meraih posisi teratas di pasar EV Indonesia dengan menyumbang lebih dari 50% dari total pangsa pasarnya. Taktik BYD meliputi penetapan harga yang bersaing, pengembangan jaringan dealer yang semakin luas, serta pemasaran model-model unggulan seperti Atto 3 dan Seal, yang mendukung perusahaan dalam memperkuat posisinya di segmen BEV.

Dominasi BYD memperlihatkan bagaimana merek yang mengedepankan pembuatan kendaraan listrik murni dapat meraih minat konsumen selama peralihan dari kendaraan dengan mesin bakar. Penjualan BEV yang tinggi juga mencerminkan perubahan selera pasar, terutama di antara konsumen yang mendambakan kendaraan dengan emisi rendah dan biaya operasional yang lebih hemat.

Perkembangan Kapasitas Produksi

Pertumbuhan pasar juga didorong oleh peningkatan jumlah produksi dan investasi di dalam negeri. Beberapa model kendaraan listrik saat ini diproduksi atau dirakit di tanah air, termasuk unit-unit yang dibuat di pabrik lokal. Ini tidak hanya memperkuat rantai pasokan dalam negeri, tetapi juga mengurangi biaya penjualan kepada konsumen sehingga pasar kendaraan listrik menjadi lebih bersaing.

Strategi Pabrikan Lain

Selain BYD, banyak produsen dari dalam dan luar negeri yang sedang merancang strategi untuk memasuki pasar. Mereka memeriksa model dengan berbagai kisaran harga, memperluas jaringan distribusi terutama di luar pulau Jawa, serta mengadaptasi teknologi dan fitur untuk memenuhi permintaan konsumen Indonesia. Beberapa perusahaan juga mengutamakan kendaraan hybrid dan PHEV sebagai langkah menuju peralihan sepenuhnya ke BEV.

Tantangan dan Proyeksi

Walaupun perkembangan yang positif terlihat, isu infrastruktur seperti ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tetap menjadi rintangan di sejumlah wilayah. Baik pemerintah maupun pihak swasta terus berupaya untuk meningkatkan jaringan pengisian daya dan memberikan insentif fiskal guna mempercepat penerimaan EV secara menyeluruh.

Di masa mendatang, diprediksi bahwa proporsi pasar kendaraan listrik akan terus bertambah sejalan dengan bertambahnya kapasitas pembuatan dalam negeri, keberagaman model yang lebih luas, dan perkembangan ekosistem kendaraan listrik yang semakin baik di Indonesia.