Siap Ramaikan Pasar Motor Listrik, Benelli Dorong Pemerintah Tegas Soal Aturan EV

10 November 2025

Pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia kini menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, didorong oleh dukungan kuat pemerintah lewat berbagai insentif fiskal seperti pembebasan PPN dan subsidi motor listrik sebesar Rp7 juta, serta pembangunan infrastruktur SPKLU yang terus berkembang. Namun, di balik optimisme itu, adopsi EV masih terbentur sejumlah tantangan, mulai dari harga kendaraan yang masih tinggi, kekhawatiran konsumen terhadap daya tahan baterai dan ketersediaan stasiun pengisian, hingga persoalan utama: ketidakpastian regulasi.

Produsen seperti PT Benelli Motor Indonesia sebenarnya siap memperluas bisnis ke segmen kendaraan listrik, tetapi memilih menahan investasi besar karena menilai arah kebijakan pemerintah belum jelas. Benelli menyoroti perlunya kejelasan mengenai standar produk, sistem pajak, dan skema insentif agar industri ini bisa berkembang lebih cepat. Hal ini menjadi penting mengingat meskipun sudah ada dasar hukum seperti Perpres 79/2023, program subsidi motor listrik Rp7 juta telah habis kuotanya pada 2024, sementara aturan baru soal insentif fiskal belum secara tegas diberlakukan.

Meski begitu, kondisi ekonomi yang menantang justru bisa menjadi peluang bagi kendaraan listrik, karena biaya operasionalnya jauh lebih hemat dibanding kendaraan konvensional. Dengan semakin banyaknya produsen yang menghadirkan model terjangkau dan berkembangnya industri pendukung seperti baterai dan komponen lokal, pasar EV Indonesia kini tengah menuju fase konsolidasi. Agar momentum transisi menuju energi bersih tidak terhenti di tengah jalan, pemerintah perlu segera merumuskan kebijakan yang jelas, konsisten, dan berkelanjutan untuk memastikan kepastian investasi dan mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional.