Strategi Cerdik VinFast Rangsang Penjualan Mobil Listrik di Tengah Krisis Minyak
13 March 2026
Pabrikan otomotif asal Vietnam, VinFast, rupanya sudah menyiapkan strategi jitu untuk mendongkrak penjualan kendaraan listrik mereka. Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat atas ancaman lonjakan harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah.
Wakil CEO Penjualan Global VinFast, Duong Thi Thu Trang, membeberkan bahwa perusahaannya resmi meluncurkan program khusus bernama Trade Gas for Electric di beberapa negara termasuk Indonesia, Vietnam, Filipina, dan India. Program ini sengaja dihadirkan untuk menyikapi fluktuasi harga bahan bakar minyak di pasar global yang semakin tidak menentu.
Lewat program menarik ini, setiap konsumen yang memutuskan untuk beralih dari kendaraan peminum bensin ke kendaraan listrik akan diganjar diskon khusus. VinFast memberikan potongan harga sebesar tiga persen untuk pembelian mobil listrik dan lima persen untuk produk sepeda motor listrik.
Tidak berhenti sampai di situ saja, perusahaan juga membagikan diskon layanan transportasi Green SM hingga sepuluh persen yang berlaku sejak tanggal 11 hingga 31 Maret 2026. Tentu saja, besaran penyesuaian diskon ini akan dikembalikan pada kebijakan di setiap negara tempat layanan tersebut beroperasi.
Dalam pernyataan resminya pada hari Kamis 12 Maret 2026, Trang menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan kuat untuk meringankan beban konsumen. VinFast bersama seluruh entitas perusahaan di bawah naungan Vingroup ingin membantu mengurangi dampak buruk dari tingginya harga BBM terhadap keseharian masyarakat luas. Program baru ini juga akan berjalan beriringan dengan berbagai tawaran menarik lain yang sudah lebih dulu diberikan kepada konsumen.
Membahas soal pasar Indonesia, kiprah VinFast sendiri terbilang sangat agresif. Mereka telah menggelontorkan nilai investasi lebih dari 300 juta dolar Amerika Serikat untuk membangun fasilitas pabrik seluas 171 hektare di daerah Subang, Jawa Barat. Pabrik canggih ini diklaim mampu memproduksi 50 ribu unit kendaraan pada tahap awal.
Untuk rencana jangka menengah, perusahaan bahkan menargetkan peningkatan investasi hingga menyentuh angka satu miliar dolar Amerika Serikat. Nantinya kapasitas produksi akan terus digenjot hingga mencapai 350 ribu unit per tahun demi memenuhi tingginya permintaan pasar lokal sekaligus membuka peluang ekspor ke negara tetangga. Selain fokus pada pasar roda empat, VinFast juga bersiap meluncurkan lini sepeda motor listrik di Tanah Air pada kuartal kedua tahun 2026 mendatang.
Sebagai informasi tambahan, harga minyak dunia saat ini memang sedang bergejolak parah. Data Bloomberg pada pertengahan Maret 2026 menunjukkan bahwa harga minyak Brent melesat tajam menjadi 100,54 dolar per barel. Sementara itu, harga minyak WTI juga ikut terkerek naik ke level 94,85 dolar per barel menyusul memanasnya situasi dan proses evakuasi sejumlah kapal tanker di perairan Timur Tengah.