Terinspirasi Perisai Garuda, BRIN Siapkan Standar Colokan Cepat Motor Listrik Nasional
08 April 2026
Langkah Tegas BRIN Percepat Era Motor Listrik
Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN terus berupaya keras untuk memperkuat ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN yakni Eka Rahman Priandana memaparkan bahwa penyeragaman bentuk steker dan soket adalah kunci utama untuk mempercepat transisi masyarakat menuju era motor listrik.
Tiga Tantangan Utama Kendaraan Listrik
Eka membeberkan bahwa ada tiga kendala besar yang masih mengadang tren kendaraan listrik saat ini. Tiga hal tersebut meliputi:
Minimnya stasiun pengisian daya yang tersebar di berbagai daerah.
Harga baterai yang masih terlampau mahal bagi sebagian besar masyarakat.
Rasa cemas para pengguna akan risiko kehabisan daya saat bepergian jauh.
Masalah ini menjadi semakin rumit karena minat investasi untuk membangun infrastruktur penukaran baterai maupun stasiun pengisian cepat di Tanah Air masih sangat terbatas. Model bisnis penukaran baterai yang saat ini menjamur ternyata memiliki banyak rintangan seperti butuh modal raksasa dan kerumitan dalam pembagian hasil dengan penyedia listrik.
Tren teknologi dunia justru mulai beralih pada penggunaan motor listrik dengan baterai tanam berkapasitas besar yang menuntut kehadiran fasilitas pengisian daya cepat nan tangguh.
Desain Unik Terinspirasi Perisai Pancasila
Menurut Eka penyeragaman bentuk colokan menjadi syarat mutlak agar seluruh fasilitas pengisian daya bisa saling terhubung dan digunakan lintas merek. Untuk menjawab kebutuhan tersebut pihak BRIN mulai merancang Standar Nasional Indonesia untuk sistem pengisian cepat motor listrik.
Menariknya desain fisik colokan ini tidak hanya mengadopsi standar keselamatan internasional namun juga sengaja dibentuk menyerupai perisai lambang Pancasila. Desain unik ini dipilih sebagai identitas kebanggaan bahwa teknologi tersebut murni hasil karya anak bangsa.
Langkah penyeragaman ini diyakini bakal membawa banyak dampak positif. Investor akan lebih berani menanamkan modal untuk membangun fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik umum karena mesinnya pasti kompatibel dengan berbagai merek motor. Kebijakan ini juga diklaim mampu meningkatkan porsi penggunaan komponen dalam negeri sekaligus membebaskan pabrikan otomotif untuk terus berkreasi dengan desain baterai mereka sendiri.
Inovasi SONIK R2 Cas Penuh Cuma Dua Puluh Menit
Sebagai bukti nyata BRIN juga sudah memamerkan purwarupa stasiun pengisian daya cepat untuk motor listrik yang diberi nama SONIK R2. Mesin mutakhir berkapasitas hingga 6,6 kW ini diklaim sanggup memangkas waktu pengecasan secara drastis bahkan hanya butuh waktu dua puluh menit saja untuk jenis baterai tertentu.
Fasilitas canggih ini juga dibekali alat pengontrol pintar yang bisa membaca berbagai bahasa sistem baterai dari aneka merek yang berbeda. Saat ini rancangan standar nasional tersebut sedang digodok secara mendalam bersama Badan Standardisasi Nasional dan para pelaku industri.