VinFast Hapus Sewa Baterai, Apa Nasib Konsumen Lama?

19 June 2025

VinFast resmi menghentikan skema langganan baterai untuk semua kendaraan listriknya di Indonesia mulai 2025, sebuah langkah yang mengejutkan setelah program ini sempat jadi daya tarik utama saat merek asal Vietnam ini masuk pasar pada 2024. CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengumumkan keputusan ini di Jakarta pada 17 Juni 2025, menjelaskan bahwa strategi ini awalnya dirancang untuk membuat harga jual mobil listrik lebih kompetitif. Dengan biaya langganan baterai yang terjangkau, seperti Rp1,5 juta per bulan untuk jarak hingga 3.000 km pada model VFe34, VinFast berhasil menarik perhatian konsumen yang khawatir akan biaya baterai dan degradasinya.

Kariyanto menjelaskan bahwa penghapusan skema ini mencerminkan perubahan dalam ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Infrastruktur pengisian daya yang semakin berkembang, kepercayaan konsumen yang meningkat, dan lini produk VinFast yang kini lebih lengkap membuat perusahaan yakin bahwa model kepemilikan penuh, termasuk baterai, lebih menguntungkan. Awalnya, skema langganan memungkinkan konsumen membeli mobil tanpa baterai, sehingga harga lebih rendah, sementara VinFast menanggung perawatan dan penggantian baterai jika kapasitas turun di bawah 70%. Strategi ini juga diklaim lebih hemat dibandingkan operasional mobil bensin sekelas.

Namun, keputusan ini menimbulkan pertanyaan tentang nasib konsumen yang sudah terikat skema langganan. Kariyanto menegaskan bahwa VinFast akan mendorong mereka untuk beralih ke kepemilikan baterai penuh, meski tanpa merinci biaya atau prosesnya. Bagi yang bersikeras tetap berlangganan, perusahaan berjanji memberikan asistensi sesuai komitmen awal, meskipun detailnya belum jelas. Langkah ini menunjukkan VinFast ingin menyederhanakan model bisnisnya, tetapi bisa menimbulkan ketidakpastian bagi pelanggan lama, terutama mereka yang memilih langganan untuk menghemat biaya awal.

Perubahan strategi ini juga mencerminkan dinamika pasar EV Indonesia yang semakin kompetitif. Dengan merek seperti BYD, Hyundai, dan Wuling yang terus menekan harga dan memperluas jaringan, VinFast tampaknya ingin menyesuaikan diri dengan tren pasar yang lebih mengutamakan kepemilikan penuh. Pabrik VinFast di Subang, yang dijadwalkan rampung pada 2025, juga diharapkan menekan biaya produksi, memungkinkan harga lebih bersaing tanpa perlu skema langganan. Akankah langkah ini memperkuat posisi VinFast, atau justru mengurangi daya tariknya di mata konsumen?

Sumber: https://uzone.id/vinfast-hapus-skema-sewa-baterai-bagaimana-nasib-yang-sudah-sewa[](https://uzone.id/vinfast-hapus-skema-sewa-baterai-bagaimana-nasib-yang-sudah-sewa)